Supiori, Papua ~ Semangat pengabdian kepada bangsa dan negara mulai ditanamkan sejak langkah pertama para prajurit baru memasuki keluarga besar Yonif TP 859/RBK. Melalui Tradisi Penerimaan Warga Baru Satuan Tahun Anggaran 2026, para prajurit menjalani rangkaian kegiatan yang sarat makna sebagai bekal dalam mengemban tugas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Rabu (22/7/2026).
Tradisi diawali dengan pemeriksaan kesehatan, dilanjutkan long march dari wilayah Wakre menuju Markas Yonif TP 859/RBK sebagai simbol perjuangan, ketangguhan, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan tugas. Setibanya di markas, para prajurit mengikuti prosesi penghormatan pasukan, pembacaan Ikrar Batalyon, penciuman Tunggul Yonif TP 859/RBK, hingga penyiraman bunga sebagai tanda resmi diterimanya mereka menjadi bagian dari keluarga besar RABEKA.
Wakil Komandan Yonif TP 859/RBK, Kapten Inf Dharma Ramadhan, S.T.Han., menegaskan bahwa tradisi tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan proses pembentukan karakter dan jati diri seorang prajurit.
"Tradisi ini adalah awal perjalanan pengabdian sebagai keluarga besar Yonif TP 859/RBK. Kami berharap setiap prajurit memiliki rasa bangga terhadap satuan, menjunjung tinggi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, serta selalu mengedepankan disiplin, loyalitas, dan semangat kebersamaan dalam setiap pelaksanaan tugas," ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh khidmat. Tradisi ini menjadi bagian penting dari pembinaan personel untuk memperkuat mental juang, jiwa korsa, serta rasa memiliki terhadap satuan.
Melalui tradisi tersebut, Yonif TP 859/RBK berharap setiap prajurit baru mampu mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab serta memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Di balik setiap prosesi yang dijalani, tertanam tekad untuk menjadi prajurit yang tangguh, profesional, dan setia menjaga Merah Putih di Tanah Papua.
Komentar