Waropen ~ Upaya menekan angka kasus malaria di Tanah Papua terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Kali ini, Prajurit Yonif TP 860/NSK bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Puskesmas Botawa, dan masyarakat setempat menggelar kegiatan uji resistensi insektisida di Kabupaten Waropen, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung program pengendalian malaria, sekaligus memastikan efektivitas insektisida yang selama ini digunakan untuk memberantas nyamuk penyebab penyakit tersebut.
Pelaksanaan kegiatan dipimpin oleh Penanggung Jawab Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BLKM) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Mardi, bersama Penanggung Jawab Program Malaria Puskesmas Botawa, Suster Ruce, serta enam personel tim kesehatan yang berkolaborasi dengan prajurit Yonif TP 860/NSK.
Tim gabungan melakukan serangkaian kegiatan mulai dari koordinasi teknis, pemetaan lokasi, hingga pengambilan sampel di sejumlah titik yang telah ditentukan. Pengujian dilakukan secara cermat untuk memperoleh data ilmiah yang akurat terkait tingkat resistensi nyamuk terhadap insektisida.
Data hasil pengujian tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan strategi pengendalian vektor malaria yang lebih efektif dan tepat sasaran di wilayah Papua, khususnya Kabupaten Waropen.
Komandan Yonif TP 860/NSK Letkol Inf Alfa Erydani, S.Hub.Int.Han, menegaskan bahwa keterlibatan prajurit dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di daerah penugasan.
"Peran TNI tidak hanya terbatas pada menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga mendukung berbagai program kemanusiaan, termasuk upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Kehadiran prajurit dalam kegiatan kesehatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, dan warga dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat, terutama dalam menghadapi ancaman malaria yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Papua.
Selain memperkuat program kesehatan, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa penanganan malaria membutuhkan kerja sama semua pihak. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi yang kuat, diharapkan angka penyebaran malaria di Waropen dapat terus ditekan sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan produktif.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa kendala, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa perang melawan malaria hanya dapat dimenangkan melalui kebersamaan dan kepedulian bersama.
Komentar