Wamena ~ Komitmen membangun Papua dari akar budaya dan kekuatan masyarakat kembali ditegaskan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang. Dalam suasana penuh keakraban dan keterbukaan, Pangdam memimpin tatap muka serta dialog interaktif bersama para tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda se-Kabupaten Jayawijaya di Aula Grand Baliem Hotel (GBH), Wamena, Rabu (24/6/2026).
Mengusung tema “Menuju Kejayaan Papua Pegunungan Melalui Jalan Pembangunan Manusia Dalam Rangka Menyongsong Indonesia Emas 2045”, forum tersebut menjadi ruang bersama untuk membahas berbagai tantangan yang masih dihadapi masyarakat Papua, khususnya dalam bidang pendidikan, ketenagakerjaan, dan keamanan.
Dalam sambutannya, Pangdam menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama masa depan Papua. Menurutnya, berbagai persoalan yang masih terjadi, mulai dari keterbatasan akses pendidikan hingga ancaman sosial seperti penyalahgunaan minuman keras, narkoba, dan pergaulan yang menyimpang, harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen masyarakat.
“Generasi muda Papua adalah aset yang sangat berharga. Mereka yang akan menentukan masa depan Papua dan Indonesia. Karena itu, pendidikan, pembinaan karakter, dan perlindungan terhadap generasi muda harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang.
Lebih dari sekadar forum diskusi, pertemuan tersebut juga menjadi momentum lahirnya komitmen bersama antara aparat keamanan, pemerintah, dan lembaga adat dalam mencari solusi nyata bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Jayawijaya.
Salah satu isu yang mendapat perhatian serius adalah tingginya angka pengangguran di kalangan generasi muda. Pangdam menegaskan bahwa Kodam XVII/Cenderawasih tidak akan tinggal diam menghadapi persoalan tersebut. Bersama pemerintah daerah, berbagai langkah konkret akan dilakukan, mulai dari pelatihan keterampilan kerja, pemberdayaan usaha berbasis potensi lokal, hingga mendorong keterlibatan putra-putri daerah dalam berbagai proyek pembangunan yang berlangsung di Papua Pegunungan.
“Kami ingin membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Papua agar mereka memiliki keterampilan, pekerjaan, dan masa depan yang lebih baik. Namun kami juga membutuhkan peran para kepala suku dan tokoh adat untuk membimbing serta menjaga para pemuda agar tetap disiplin dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang luhur,” ujarnya.
Selain persoalan ekonomi, keamanan wilayah juga menjadi topik penting dalam dialog tersebut. Pangdam menegaskan bahwa seluruh masukan dari para tokoh adat akan menjadi bahan evaluasi dan langkah perbaikan ke depan. Kodam XVII/Cenderawasih akan terus memperkuat sinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan, termasuk memberantas peredaran ganja dan berbagai barang terlarang yang merusak masa depan generasi muda Papua.
Menurut Pangdam, keberhasilan menjaga keamanan tidak bisa dilakukan aparat semata. Peran masyarakat adat sebagai penjaga nilai-nilai lokal menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
“Anda semua adalah mata dan telinga kami di tanah ini. Tanpa dukungan masyarakat adat, mustahil kami dapat menjangkau seluruh wilayah dan memahami setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat,” katanya.
Di penghujung acara, Pangdam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan dialog tersebut sebagai titik awal perubahan nyata, bukan sekadar seremoni.
“Tidak ada lagi ruang untuk saling curiga. Pengangguran dan gangguan keamanan adalah musuh bersama yang harus kita hadapi dengan kekuatan persatuan antara adat, pemerintah, dan aparat keamanan. Mari kita bergerak bersama demi Papua Pegunungan yang aman, maju, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Turut hadir Brigjen TNI Robby Suryadi, S.Sos., M.M (Danrem 172/PWY), PJU Kodam dan Korem, Herman Doga (Ketua LMA Kabupaten Jayawijaya), Alexander Mauri (Sekretaris FKUB Kab. Jayawijaya), Ust.Dr.H. Adnan Yelipele., SHI., MA.HK (Ketua Majelis Ulama Kab. Jayawijaya), Hengki Heselo (Kepala kampung Lantipo), Para Kepala Suku Se-Kabupaten.
Komentar