Jayawijaya ~ Memasuki hari keempat pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar Kodam XVII/Cenderawasih di Papua Pegunungan, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, S.H., M.M. kembali menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur, tetapi juga melalui kedekatan dengan masyarakat.
Bertempat di Lapangan Hepuba, Distrik Asolokobal, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (25/7/2026), Pangdam bersama Bupati Jayawijaya Atenius Murib dan ribuan masyarakat mengikuti kegiatan Masak Besar Kuali Merah Putih yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan nuansa budaya Papua.
Setibanya di lokasi, Pangdam disambut hangat oleh anak-anak SD YPPK St. Michael Hepuba yang menyanyikan lagu khas Wamena. Sambutan tersebut menjadi simbol eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat yang terus dibangun melalui berbagai program kemanusiaan.
Sebelum kegiatan memasak dimulai, Pangdam meninjau langsung persiapan yang dilakukan mama-mama Papua yang bergotong royong menyiapkan berbagai bahan makanan. Selanjutnya, Pangdam bersama Bupati Jayawijaya secara simbolis memulai proses memasak menu utama menggunakan Kuali Merah Putih, sebuah kegiatan yang menjadi simbol persatuan, gotong royong, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Sambil menunggu hidangan matang, Pangdam bersama masyarakat larut dalam tarian adat khas Pegunungan Papua (Wasisi), menciptakan suasana akrab tanpa sekat antara aparat, pemerintah, dan warga.
Dalam sambutannya, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menegaskan bahwa seluruh program Karya Bakti Skala Besar merupakan bentuk nyata kepedulian negara terhadap masyarakat Papua Pegunungan.
“Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat masyarakat Jayawijaya. Kehadiran kami di sini bukan hanya melaksanakan tugas, tetapi juga memastikan berbagai program kemanusiaan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Pangdam.
Ia menjelaskan, berbagai program yang telah dan sedang dilaksanakan meliputi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sumur bor, jembatan, hingga berbagai pembangunan lainnya yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Pangdam, seluruh program tersebut merupakan implementasi kebijakan pemerintah yang dilaksanakan bersama TNI agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung hingga pelosok Papua.
“Kami berharap seluruh program ini dapat diterima dan dimanfaatkan masyarakat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan serta mendorong kemajuan Kabupaten Jayawijaya,” katanya.
Momentum kebersamaan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada Pangdam, mulai dari kebutuhan pembangunan rumah bagi korban konflik, percepatan penyelesaian jalan Trans Jayapura–Wamena, pembangunan infrastruktur antarwilayah, hingga penanganan titik-titik longsor yang masih menjadi kendala mobilitas masyarakat.
Ketua KNPI Kabupaten Jayawijaya, Hengky Hilapok, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah melalui program Karya Bakti Skala Besar yang dinilai membawa harapan baru bagi masyarakat Papua Pegunungan.
Pangdam menerima seluruh aspirasi tersebut dengan terbuka dan menegaskan bahwa suara masyarakat akan menjadi bagian penting dalam mendorong percepatan pembangunan di Papua.
Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama seluruh masyarakat sebagai simbol kebersamaan tanpa sekat. Suasana hangat yang tercipta memperlihatkan bahwa Karya Bakti Skala Besar bukan sekadar menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat persaudaraan, membangun kepercayaan, serta menghadirkan negara lebih dekat dengan masyarakat Papua.
Melalui pendekatan humanis yang terus dikedepankan, Kodam XVII/Cenderawasih berharap setiap program yang dilaksanakan mampu menjadi fondasi bagi terwujudnya Papua Pegunungan yang semakin maju, damai, dan sejahtera.
Komentar