Yapen ~ Di tengah derasnya arus modernisasi dan perubahan pola konsumsi masyarakat, sagu tetap menjadi simbol kehidupan dan identitas masyarakat Papua. Di Kampung Sarawandori, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, upaya menjaga warisan pangan lokal itu terus dilakukan, salah satunya melalui pendampingan yang diberikan Babinsa Koramil 1709-01/Serui, Koptu Aan Kurniawan, kepada warga setempat, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan bersama Bapak Yosias Yapanani, salah satu warga Kampung Sarawandori yang masih aktif mengolah sagu sebagai bahan pangan sekaligus sumber penghasilan keluarga.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian TNI terhadap pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal yang dimiliki daerah. Selain membantu proses pengolahan, Babinsa juga memberikan motivasi kepada warga agar terus mengembangkan usaha berbasis pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Koptu Aan Kurniawan mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk membantu masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan warga di wilayah binaan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar terus melestarikan dan memanfaatkan sagu sebagai sumber pangan lokal yang bernilai ekonomi. Selain menjaga warisan budaya, hasil olahan sagu juga dapat menjadi sumber penghasilan yang membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.
Proses pengolahan sagu yang dilakukan secara tradisional itu menjadi gambaran bagaimana masyarakat Papua tetap mempertahankan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur. Dari batang sagu yang diolah dengan penuh ketelatenan, lahir bahan pangan yang tidak hanya menjadi konsumsi keluarga, tetapi juga memiliki nilai jual untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Sementara itu, Bapak Yosias Yapanani menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan Babinsa. Menurutnya, kehadiran Babinsa memberikan semangat bagi warga untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki kampung mereka.
"Kami merasa senang karena Babinsa selalu hadir membantu masyarakat. Dukungan seperti ini membuat kami semakin semangat untuk terus mengolah sagu dan menjaga warisan yang sudah ada sejak dulu," katanya.
Melalui semangat gotong royong dan kebersamaan, sinergi antara TNI dan masyarakat di Kampung Sarawandori terus terjalin dengan baik. Dari hamparan pohon sagu yang tumbuh subur di tanah Papua, harapan akan kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat terus dipupuk bersama.
Komentar