Supiori ~ Di tengah derasnya arus pergaulan dan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, membangun kesadaran sejak dini tentang bahaya penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif menjadi investasi penting bagi masa depan bangsa. Semangat itulah yang dibawa prajurit Yonif TP 859/RBK saat menyambangi SMK Negeri 1 Supiori, Papua, untuk memberikan edukasi mengenai bahaya NAPZA kepada para pelajar, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam Program Sosialisasi Kesehatan Bahaya NAPZA tersebut bertujuan membekali siswa dengan pemahaman tentang dampak penyalahgunaan narkotika, psikotropika, zat adiktif, minuman keras, dan rokok terhadap kesehatan, pendidikan, hingga kehidupan sosial.
Materi disampaikan oleh Dokter Yonif TP 859/RBK, dr. Geubri, yang mengajak para pelajar memahami bahwa masa depan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh kemampuan menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak cita-cita.
Menurut dr. Geubri, penyalahgunaan NAPZA tidak hanya mengancam kesehatan fisik dan mental, tetapi juga berpotensi menghancurkan masa depan generasi muda yang seharusnya menjadi harapan bangsa.
"Generasi emas Indonesia tidak lahir secara kebetulan. Mereka dibentuk melalui pendidikan, pembinaan karakter, lingkungan yang sehat, dan kepedulian semua pihak. Melalui sosialisasi ini kami ingin membekali para pelajar dengan pengetahuan yang benar agar mampu berkata tidak terhadap NAPZA," ujarnya.
Dalam sesi edukasi, para siswa juga diajak mengenali berbagai bentuk zat adiktif, memahami risiko penyalahgunaannya, serta pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang positif sebagai langkah awal melindungi diri dari pengaruh negatif.
Kepala Program Teknik Otomotif SMK Negeri 1 Supiori, Kornelius, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Yonif TP 859/RBK terhadap pembinaan karakter peserta didik. Menurutnya, edukasi semacam ini sangat dibutuhkan karena mampu memberikan pemahaman sejak dini mengenai bahaya narkoba, minuman keras, rokok, dan zat adiktif lainnya.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Yonif TP 859/RBK yang telah memberikan sosialisasi tentang bahaya NAPZA kepada para siswa. Edukasi seperti ini sangat penting karena memberikan pemahaman sejak dini mengenai risiko penyalahgunaan zat berbahaya. Kami berharap para siswa semakin sadar untuk menjaga diri, menjauhi NAPZA, serta fokus belajar demi meraih cita-cita dan menjadi generasi yang membanggakan Kabupaten Supiori," kata Kornelius.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang kerap dihadapi remaja di lingkungan pergaulan mereka.
Kegiatan ini menjadi gambaran bahwa upaya mencegah penyalahgunaan NAPZA tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara TNI, sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan para pelajar tidak hanya memahami bahaya NAPZA, tetapi juga memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan zat adiktif serta menjadi agen perubahan yang mampu mengajak teman sebaya menjalani gaya hidup sehat.
Komentar