BERITA

Di Tengah Keterbatasan, Babinsa Arso dan Satgas Tetap Pacu Pembangunan Jembatan Garuda Sungai Amyu

KodamXVII/Cen
โ€ข โ€ข 2 menit baca
Di Tengah Keterbatasan, Babinsa Arso dan Satgas Tetap Pacu Pembangunan Jembatan Garuda Sungai Amyu


Keerom ~ Semangat pengabdian tak surut meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Babinsa Koramil 1701-04/Arso bersama personel Satgas Jembatan Yonif TP 815/WGT terus memacu pembangunan Jembatan Garuda Sungai Amyu yang menghubungkan Kampung Bewan dan Kampung Sangke, Distrik Manem, Kabupaten Keerom, Papua, Jumat (26/6/2026).


Meski sempat menghadapi kendala akibat keterlambatan kedatangan tenaga kerja tukang di awal pelaksanaan proyek, pembangunan infrastruktur strategis tersebut tetap berjalan. Babinsa dan personel Satgas memilih untuk terus bekerja agar progres pembangunan tidak mengalami keterlambatan yang berkepanjangan.


Di tengah tantangan tersebut, Serda Purwanto selaku Babinsa pendamping pembangunan tetap konsisten memimpin pengerjaan pondasi jembatan, tahapan yang menjadi bagian paling mendasar sekaligus menentukan kekuatan keseluruhan konstruksi.


Dengan penuh ketelitian, personel Satgas bersama Babinsa melaksanakan pemasangan batu pondasi dan proses pengecoran demi memastikan jembatan yang dibangun memiliki kualitas terbaik serta mampu dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.


"Meski ada kendala karena tenaga tukang terlambat bergabung, kami bersama seluruh anggota Satgas tetap bergerak memacu progres. Pondasi adalah jantung kekuatan jembatan, sehingga setiap susunan batu dan pengecoran harus dikerjakan dengan teliti, rapi, dan kokoh sesuai standar," ujar Serda Purwanto saat ditemui di lokasi pembangunan.


Bagi masyarakat Distrik Manem, pembangunan Jembatan Garuda Sungai Amyu bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Kehadiran jembatan ini menjadi harapan besar yang telah lama dinantikan warga untuk membuka akses antar kampung yang selama ini terbatas.


Nantinya, jembatan tersebut diharapkan mampu memperpendek waktu tempuh perjalanan, memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat, memperkuat hubungan sosial antarwarga, sekaligus mendukung stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.


Komitmen untuk menyelesaikan pembangunan tepat waktu dengan kualitas terbaik terus dipegang teguh oleh seluruh personel yang terlibat. Sinergi antara aparat teritorial, Satgas pembangunan, dan dukungan masyarakat menjadi cerminan nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun daerah.


Di tengah segala keterbatasan, semangat gotong royong yang tumbuh di tepian Sungai Amyu menjadi bukti bahwa pembangunan bukan hanya tentang mendirikan sebuah jembatan, tetapi juga membangun harapan dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Keerom.

Komentar

Format: 08123456789 atau +628123456789
0 / 5000

Memuat pertanyaan...

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui penyimpanan nama, nomor WhatsApp, dan alamat IP untuk moderasi.