Lanny Jaya ~ Keterbatasan fasilitas pendidikan di pedalaman Papua tidak menyurutkan semangat Satgas Yonif 511/DY untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Melalui program TNI Mengajar, para prajurit menyulap barang-barang bekas menjadi alat peraga edukatif dan permainan tradisional yang mampu membangkitkan semangat belajar anak-anak di SD Inpres Distrik Balingga, Kabupaten Lanny Jaya, Sabtu (4/7/2026).
Kaleng bekas, botol plastik, hingga potongan kayu yang sebelumnya tak lagi terpakai kini berubah menjadi baling-baling, alat permainan edukatif, dan berbagai media pembelajaran yang menarik. Di tangan para prajurit, barang sederhana itu menjadi sarana untuk meningkatkan literasi sekaligus mengasah kreativitas siswa di wilayah pedalaman Papua.
Tawa dan keceriaan anak-anak memenuhi ruang kelas saat mereka diajak belajar sambil bermain. Pendekatan fun learning yang diterapkan membuat para siswa lebih antusias mengikuti pelajaran, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu melalui proses belajar yang interaktif.
Danpos Balingga, Lettu Inf Arif Jumaedi, mengatakan bahwa keterbatasan sarana pendidikan tidak boleh menjadi alasan untuk menghambat lahirnya generasi muda yang cerdas dan kreatif.
"Kami melihat potensi besar pada anak-anak Papua. Dengan memanfaatkan barang bekas menjadi media belajar dan permainan edukatif, kami ingin menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Literasi tidak harus bergantung pada fasilitas yang mahal, tetapi bisa tumbuh dari kreativitas dan pemanfaatan lingkungan sekitar," ujarnya.
Selain mengajarkan keterampilan membuat kerajinan, personel Satgas juga menyisipkan materi mengenai nilai-nilai kehidupan, kebersamaan, serta pentingnya menjaga sikap saling menghormati dalam keberagaman. Pendekatan tersebut dinilai efektif membangun karakter sekaligus meningkatkan minat anak-anak untuk terus bersekolah.
Kepala SD Inpres Distrik Balingga, Tinus Murip, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para prajurit yang telah menghadirkan suasana belajar baru bagi para siswa.
"Kehadiran bapak-bapak TNI membawa semangat baru bagi anak-anak kami. Mereka kini lebih rajin datang ke sekolah karena belajar menjadi lebih menyenangkan. Permainan edukatif yang dibuat dari barang bekas sangat membantu kami di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan," ungkapnya.
Program TNI Mengajar menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Satgas Yonif 511/DY dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Papua Pegunungan. Tak hanya memberikan ilmu pengetahuan, para prajurit juga menanamkan nilai kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat untuk terus belajar.
Ke depan, program ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan harapan mampu menginspirasi para guru, pemuda, dan masyarakat setempat untuk memanfaatkan potensi di sekitar sebagai media pembelajaran yang inovatif.
Dengan kreativitas, kepedulian, dan semangat berbagi, barang-barang bekas pun mampu disulap menjadi jembatan yang mengantarkan anak-anak Papua menuju masa depan yang lebih cerah.
Komentar