Keerom ~ Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi momen bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan belajar, tetapi juga kesempatan menanamkan nilai-nilai kepedulian dan kesiapsiagaan. Semangat itu terlihat saat prajurit Yonif TP 815/WGT memberikan penyuluhan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) kepada siswa dan siswi baru SMP IT Nurul Huda di Arso 2, Kabupaten Keerom, Kamis (16/7/2026).
Di hadapan para peserta didik, prajurit TNI membagikan pengetahuan dasar mengenai langkah-langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan ketika menghadapi kecelakaan ringan atau kondisi darurat di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan prinsip dasar P3K, cara menangani luka ringan, menghentikan pendarahan, hingga tindakan awal yang perlu dilakukan sebelum korban mendapatkan penanganan dari tenaga medis.
Melalui kegiatan tersebut, Yonif TP 815/WGT berharap para pelajar tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keberanian dan kepedulian untuk membantu orang lain ketika menghadapi situasi darurat. Pengetahuan dasar seperti ini dinilai penting karena dapat menjadi langkah awal penyelamatan sebelum tenaga kesehatan tiba di lokasi.
Selain meningkatkan literasi kesehatan, penyuluhan P3K juga menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Sikap sigap, tanggung jawab, disiplin, serta kepedulian terhadap sesama merupakan nilai-nilai yang ingin ditanamkan kepada para siswa sejak memasuki jenjang pendidikan baru.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial Yonif TP 815/WGT melalui program edukasi di lingkungan pendidikan. Kehadiran prajurit TNI di sekolah tidak hanya mempererat hubungan dengan masyarakat, tetapi juga menjadi wujud kontribusi dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, sehat, dan peduli terhadap keselamatan.
Sinergi antara TNI dan dunia pendidikan diharapkan terus terjalin untuk memperkuat pembinaan generasi muda. Dengan membekali pelajar pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama, mereka diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tanggap menghadapi keadaan darurat, memiliki empati tinggi, dan siap memberikan pertolongan kepada sesama saat dibutuhkan.
Komentar