Papua Tengah ~ Personel Pos Kalome jajaran Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 136/Tuah Sakti mengajak siswa-siswi SD Negeri Kalome belajar Peraturan Baris Berbaris (PBB) sebagai upaya menanamkan kedisiplinan, kekompakan dan wawasan kebangsaan sejak dini, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang dipimpin Serda Zulfakal bersama personel Pos Kalome tersebut menjadi bagian dari pembinaan teritorial Satgas sekaligus bentuk kepedulian prajurit terhadap pendidikan generasi muda di wilayah penugasan.
Dengan suasana belajar yang lebih dekat dan interaktif, para siswa mendapatkan materi dasar PBB. Selain melatih ketertiban dalam mengikuti setiap aba-aba, latihan tersebut juga mengajarkan pentingnya kerja sama, tanggung jawab dan kekompakan dalam sebuah kelompok.
Serda Zulfakal mengatakan kehadiran prajurit di lingkungan sekolah diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi para siswa, tetapi juga menjadi motivasi agar mereka semakin giat belajar dan berani mengejar cita-cita.
“Kami berharap kehadiran kami dapat memberikan manfaat nyata, memotivasi anak-anak untuk terus belajar, serta semakin mempererat hubungan TNI dengan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Danpos Kalome Lettu Inf Jeril Wiputra Marsi menilai pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi penerus yang memiliki disiplin dan karakter.
“Kami ingin memberikan motivasi kepada anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita. TNI tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga peduli terhadap pendidikan dan masa depan generasi muda,” ungkapnya.
Bagi para siswa, kehadiran prajurit di sekolah menjadi pengalaman tersendiri. Pembelajaran PBB tidak hanya dilakukan untuk membentuk keterampilan baris-berbaris, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan nilai disiplin, kebersamaan dan cinta tanah air dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.
Kehadiran Satgas Yonif 136/Tuah Sakti di SD Negeri Kalome menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi positif dengan lingkungan sekitar. Melalui pendekatan yang humanis, prajurit terus berupaya memberikan kontribusi bagi masyarakat di wilayah penugasan, khususnya dalam mendukung pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, bahwa kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga ikut menumbuhkan harapan dan semangat generasi penerus Papua.
Komentar