Jayawijaya ~ Senyum bahagia tampak menghiasi wajah jemaat Gereja Kingmi Klasis Ibele dan warga Distrik Ibele, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (18/7/2026). Penantian mereka akan fasilitas sanitasi yang layak akhirnya terjawab setelah Komandan Kodim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf Ilham Datu Ramang, meresmikan sekaligus menyerahkan kunci fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) yang dibangun untuk mendukung kesehatan dan kebersihan masyarakat.
Berlokasi di Gereja Kingmi Klasis Ibele, Jalan Trans IbeleโTailarek, fasilitas tersebut diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan dasar masyarakat akan sarana sanitasi yang aman, bersih, dan mudah diakses.
Prosesi penyerahan berlangsung sederhana namun penuh makna. Setelah meninjau bangunan yang telah selesai dikerjakan, Dandim secara simbolis menyerahkan kunci MCK kepada Ketua Pengurus Harian Gereja Kingmi Klasis Ibele, Yoel Mosip, sebagai tanda bahwa fasilitas tersebut resmi digunakan oleh jemaat dan masyarakat sekitar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pasiintel Kodim 1702/Jayawijaya Kapten Inf Jacobus Richard Sitianapessy, S.Sos., Danunit Intel Kodim 1702/Jayawijaya Lettu Cku Stefanus Tisel, Ketua KNPI Kabupaten Jayawijaya Hengky Hilapok, tokoh gereja, serta masyarakat Distrik Ibele.
Dalam sambutannya, Letkol Inf Ilham Datu Ramang menegaskan bahwa pembangunan MCK merupakan bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan fasilitas sanitasi yang layak.
"Pembangunan fasilitas ini merupakan wujud kepedulian TNI Angkatan Darat kepada masyarakat. Kami berharap keberadaan MCK ini dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh jemaat gereja maupun masyarakat di sekitar Distrik Ibele," ujarnya.
Dandim juga menambahkan, meskipun bangunan tersebut terlihat sederhana, manfaat yang dihadirkannya sangat besar bagi kehidupan masyarakat.
"Bangunan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi nilai manfaatnya sangat besar. Dari tempat inilah kita berharap lahir kebiasaan hidup bersih dan sehat, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan baik, para orang tua merasa nyaman, dan seluruh masyarakat memiliki kualitas hidup yang lebih baik," katanya.
Tak hanya itu Dandim pun mengajak seluruh jemaat dan masyarakat untuk menjaga serta merawat fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Apresiasi turut disampaikan Ketua Pengurus Harian Gereja Kingmi Klasis Ibele, Yoel Mosip. Ia mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah melalui TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 1702/Jayawijaya.
Menurutnya, keterbatasan fasilitas sanitasi selama ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kehadiran MCK tersebut dinilai bukan hanya mendukung aktivitas jemaat, tetapi juga menjadi bukti nyata kepedulian negara terhadap kebutuhan masyarakat di Papua Pegunungan.
"Kami berharap sinergi dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat terus terjalin demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Distrik Ibele," ujar Yoel.
Pembangunan fasilitas MCK tersebut dimulai pada 1 Juli 2026 dan selesai pada 18 Juli 2026. Program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan sarana mandi, cuci, dan kakus yang higienis, sekaligus mendorong terciptanya pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekitar.
Lebih dari sekadar fasilitas umum, MCK tersebut menjadi simbol kepedulian, gotong royong, dan komitmen bersama dalam membangun kualitas hidup masyarakat. Dengan terjaganya kebersihan lingkungan, diharapkan masyarakat dapat hidup lebih sehat, nyaman, dan semakin sejahtera.
Komentar